Aneze’s Hatred

This is my Hate, My Precious, Mine

Selamat Natal

Tadi malam tubuh Gereja itu berkhotbah padaku
Natal itu bukan sepatu, celana dan baju baru,
Natal itu bukan pohon terang dengan hiasan cemerlang,
Natal itu bukan Santa Clause yang bagi hadiah sambil tertawa malas,
Natal itu bukan pesta dengan kue kue dan minuman beraneka rasa,
Natal itu adalah harinya jiwa kita rayakan kemenangan
karena maut sudah dengan telak terkalahkan.

Khotbah si gereja di tanggapi serius oleh dentang lonceng Gereja
“khotbahmu kurang kuat” katanya, sembari bersabda tentang makna Natal
;Bahwa kegelapan sudah sangat kelam menutupi bumi,
yang mampu meneranginya adalah natal atau seorang cahaya berkat
yang mungil dan terbit dari rahim seorang dara.
;Bahwa bau amis dosa begitu menyengat di relung hidung kita
dan yang mampu melenyapkannya adalah Natal atau
aroma mukjizat dan pengharapan dari dalam palungan
berselimut lampin di sebuah kandang binatang hina.

Lalu, aku berpendapat di hadapan mereka
ya, kalian tak ada yang salah atau lemah,
sedikit tambahan dari anak manusia
;Natal itu adalah Cinta kasih abadi yang menjelma anak manusia.

Desember 24, 2008 - Posted by | Suara Hati

1 Komentar »

  1. like it how u appreciate christmas ;)

    Komentar oleh Dhede | Januari 22, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.